Web Design Menggunakan Dreamweaver

Apa sih Macromedia Dreamweaver itu ??

Macromedia Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web. Bilamana kita menyukai untuk berurusan dengan kode-kode HTML secara manual atau lebih menyukai bekerja dengan lingkungan secara visual dalam melakukan editing, Dreamweaver mambuatnya menjadi lebih mudah dengan menyediakan tool-tool yang sangat berguna dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman kita dalam mendesain web.

Dreamweaver MX dalam hal ini digunakan untuk web desain.dreamweaver MX mengikutsertakan banyak tool untuk kode-kode dalam halaman web beserta fasilitas-fasilitasnya, antara lain : Referensi HTML, CSS dan Javascript, Javascript debugger, dan editor kode ( tampilan kode dan Code inspector) yang mengizinkan kita mengedit kode Javascript, XML, dan dokumen teks lain secara langsung dalam Dreamweaver. Teknologi Dreamweaver Roundtrip HTML mampu mengimpor dokumen HTML tanpa perlu memformat ulang kode tersebut dan kita dapat menggunakan Dreamweaver pula untuk membersihkan dan memformat ulang HTML bila kita menginginkannya.

Selain itu Dreamweaver juga dilengkapi kemampuan manajemen situs, yang memudahkan kita mengelola keseluruhan elemen yang ada dalam situs. Kita juga dapat melakukan evaluasi situs dengan melakukan pengecekan broken link, kompatibilitas browser, maupun perkiraan waktu download halaman web.

Contoh pembuatan Design Web menggunakan Dreamweaver..

Di bawah ini adalah cara membuat website  menggunakan drreamweaver, dan tutorial ini saya dapatkan dari

http://www.ilmugrafis.com/dreamweaver.php?page=membuat-drop-down-menu-sederhana-website

Yap.. Langsung aja gan….

  1. Buka aplikasi dreamweaver kita, disini saya menggunakan Dreamweaver 8 karena ringan di komputer saya. Bagi yang sudah menggunakan dreamweaver CS5 bahkan CS6 tenang saja karena cara ini bisa diaplikasikan untuk semua dreamweaver

(start >> all program >> Dreamweaver)

2. buat CSS file, caranya.

Klik File >> New >> Tab General >> Basic Page >> Css

tulis Kode CSS di bawah ini

/ * CSS untuk drop down menu dimulai */
ul
{
list-style:none;
padding:0px;
margin:0px
}
ul li
{
display:inline;
float:left;
}
ul li a
{
color:#ffffff;
background:#990E00;
margin-right:5px;
font-weight:bold;
font-size:12px;
font-family:verdana;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
height:25px;
line-height:25px;
text-align:center;
-webkit-border-radius:5px;
-moz-border-radius:5px;
border: 1px solid #560E00;
}
ul li a:hover
{
color:#cccccc;
background:#560E00;
font-weight:bold;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
-webkit-border-radius:5px;
-moz-border-radius:5px;
border: 1px solid #000000;
}
ul li.sublinks a
{
color:#000000;
background:#f6f6f6;
border-bottom:1px solid #cccccc;
font-weight:normal;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
margin-top:2px;
}

ul li.sublinks a:hover
{
color:#000000;
background:#FFEFC6;
font-weight:normal;
text-decoration:none;
display:block;
width:100px;
text-align:center;
}

ul li.sublinks
{
display:none;
}

/* CSS drop down menu sederhana end */

wow banyak bener, tenang copy dan paste saja CSS ini ke CSS yang baru anda buat dengan dreamweaver,

kemudian save dan beri nama “dropdown. css”

3. Sekarang buat halaman web, pakai saja HTML agar lebih simple, karena jika memilih format PHP butuh bantuan Sever untuk mengoprasikannya
caranya mirip css tadi, cuma urutannya

File >> New >> Basic Page >> Html >> Ok

sekarang panggil css yang kita buat, caranya:

klik browse, lalu ambil “dropdown.css”, OK
Nah setelah langkah di atas benar maka akan ada code seperti ini di halaman html kita.

itu artinya style (CSS) yang kita buat telah masuk ke halaman html

4. Masukkan kode ini ke code html kita. pilih code

<!– Menu Pertama Dimulai –>
<ul>
<li><a href=”#”>Menu One</a></li>
<li>
<a href=”#”>Link 1</a>
<a href=”#”>Link 2</a>
<a href=”#”>Link 3</a>
<a href=”#”>Link 4</a>
<a href=”#”>Link 5</a>
</li></ul>
<!– Menu Pertama Selesai –>
<!– Menu Kedua Dimulai –>
<ul>
<li><a href=”#”>Menu Two</a></li>
<li>
<a href=”#”>Link 1</a>
<a href=”#”>Link 2</a>
<a href=”#”>Link 3</a>
<a href=”#”>Link 4</a>
<a href=”#”>Link 5</a>
</li>

</ul>
<!– Menu Kedua Selesai –>
<!– dan seterusnya –>

copy dan paste code di atas di bagian antara <body> …. </body> , bagi yang belum mengerti tag seperti ini lihat tutorial BELAJAR WEBSITE HTML

4. Tambahkan JQuery Script, wow apa lagi ini ya? tenang… lebih jelasnya klik Pengenalan JQuery Website

tulis codenya, Letakkan di bawah tag Title

setelah itu tambahkan code Javascript ini,
letakkan di bawah tag JQuery

<script type=”text/javascript”>$(function(){
$(‘.dropdown’).mouseenter(function(){
$(‘.sublinks’).stop(false, true).hide();

var submenu = $(this).parent().next();

submenu.css({
position:’absolute’,
top: $(this).offset().top + $(this).height() + ‘px’,
left: $(this).offset().left + ‘px’,
zIndex:1000
});

submenu.stop().slideDown(300);

submenu.mouseleave(function(){
$(this).slideUp(300);
});
});
});
</script>

Fungsi – fungsi dalam visual basic

Microsoft Visual Basic .NET adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini tidak kompatibel dengan versi terdahulu.
Komponen Visual Basic 6.0
Layar Visual Basic hampir sama dengan layar program-program aplikasi windows pada umumnya. Kita dapat memindah-mindahkan, menggeser, memperbesar atau memperkecil ukuran setiap komponen layar Visual Basic seperti kita memanipulasi layar windows.
Komponen-komponen dari lingkungan Visual Basic tersebut antara lain adalah :
a) Baris Menu
Menu merupakan kumpulan perintah-perintah yang dikelompokkan dalam kriteria operasi yang dihasilkan. Visual Basic 6.0 menyediakan tiga belas menu, keterangan masing-masing terdapat pada tabel berikut :
b) Toolbar
Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar akan sangat membantu dalam mempercepat akses perintah (yang bias jadi tersembunyi di dalam tingkat-tingkat hirarki). Sebab tombol speed berfungsi sama dengan perintah yang tersedia (dan tersembunyi) di dalam menu.
c) Form
Form adalah bahan untuk pembuatan window. Kita meletakkan kontrol pada form. Kontrol ini misalnya tombol, check box, radio button, memo label, panel dan sebagainya. Pada form tersedia tombol minimize/restore dan close, ketiganya terletak di pojok kanan atas.
Ukuran form bisa diubah dengan drag dan drop tiga titik di sebelah kanan, bawah dan pojok kanan bawah. Jika drag ke arah ke luar akan memperbesar dan sebaliknya akan memperkecil.
Untuk mengaktifkan form ada tiga cara yaitu :
1. Klik tombol View Object pada Window Project
2. Dari Menu View klick perintah object
3. Tekan tombol Shift +F7 pada keyboard.
d) Window Code
Window Code adalah window tempat kita menuliskan progam. Pada window ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Jika kita melakukan klik ganda pada sebuah object yang berupa kontrol atau form maka window code ini akan langsung aktif dan membawa kursor kita ke tempat penulisan program yang terkait dengan obyek tersebut. Tempat penulisan berada diantara kata Private Sub dan End Sub.
Untuk mengaktifkan Window Code ada beberapa cara :
1. Klik tombol View Code pada Window Project
2. Dari menu View klik perintah Code
Pada Window Code ini terdapat dua buah fasilitas utama yaitu pemilih object dan prosedur. Hasil pemilihan akan membawa kursor ke lokasi penulisan kode program sesuai pemilihan kita.
e) Toolbox
Toolbox adalah tempat penyimpanan kontrol yang akan kita gunakan pada program yang dipasangkan pada form. VB6 menyediakan 21 kontrol, masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut :
f) Project Explorer
Project Explorer berfungsi berbagai saran pengakses bagian-bagian pembentuk project. Pada windows ini terdapat tiga tombol pengaktif untuk Windows Code, Windows Object dan Toggle Folder. Juga terdapat diagram yang menampilkan susunan folder penyimpanan file-file project.
Secara default windows ini menempati dock-nya sendiri, yaitu di sebelah kanan atas. Namun kita bisa membuatnya mengambang keluar dock dengan cara mengklik atau drag keluar judul windows ini.
Untuk menampilkan windows ini dengan caranya adalah :
1. Dari menu View pilihlah Project Explorer
2. Tekan tombol CTRL +R pada keyboard
g) Window Properties
Window ini bertugas menyiapkan segala properti dari objek yang diperlukan dalam perancangan user interface maupun pemrograman.
Pada window ini terdapat semua properti yang dimiliki oleh objek terpilih (cara memilih objek adalah klik objek langsung pada diagram di project explorer atau klik langsung pada objeknya, misalnya form).
Pada windows ini terdapat dua tab yang menampilkan properti dalam dua cara sesuai dengan nama tab yaitu tab Alphabet (diurutkan berdasarkan namanya sesuai dengan abjad, ini merupakan pilihan default) dan Categories (diurutkan berdasarkan fungsinya). Masing-masing properties memiliki nilainya sendiri-sendiri yang telah disediakan VB6 atau kita isikan sesuai dengan kebutuhan.
Cara menampilkan window ini caranya :
1. Dari Menu View pilihlah Properties Window
2. Tekan tombol F4 pada keyboard
h) Window Form Layout
Bisa digunakan untuk mengatur tata letak

Fungsi-Fungsi Dalam Visual Basic 6.0

da tugas kali ini, saya akan menjelasakan tentang Fungsi ( Function ) yang berada pada Visual Basic 6.0Program VB 6.0 (Integrasi Numerik, Metode Simpson). Read more … ». Dengan menggunakan functions bawaan Visual Basic 6.0 Anda bisa menggunakan perintah coding lebih pendek dan tidak memusingkan. Jadi functions dalam Visual Basic 6.0 sangat bisa meperkecil ukuran file dari sebuah program. Selamat belajar… n_n

Function IIF

Rumus:

IIF (Expression, TruePart, FalsePart)

Fungsi IIF berguna untuk membandingkan 2 ekspresi yang berbeda. Sebagai contoh. Saya membuat 1 TextBox (txtIif) dan 1 CommandButton (cmdIif), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdIif :

Private Sub cmdIif_Click()

MsgBox IIf(txtIif.Text >= 81, “Nilai A”, “Tidak Nilai A”), vbOKOnly, “Iif” End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda memasukkan nomor di txtiIf, lalu menekan tombol cmdiIf, maka muncul MessageBox :

Function InputBox

Rumus:

InputBox(Prompt, [Title], [Default], [XPos], [YPos], [HelpFile], [Context]) As String

Fungsi InputBox berguna untuk menampilkan kotak Input. Sebagai contoh.

Saya membuat 1 CommandButton (cmdInputBox), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdInputBox :

Private Sub cmdInputBox_Click()

InputBox “Masukkan Kata atau Kalimat”, “Input Box”,

“Masukkan Kata Disini….”, 1212, 777 End Sub

Saat program dijalankan, lalu menekan tombol cmdInputBox maka muncul kotak Input Box :

Anda bisa melihat sendiri apa maksud dari coding:

  • Masukkan Kata atau Kalimat = memberikan pernyataan pada form
  • Input Box = memberikan judul di TitleBar
  • Masukkan Kata Disini… = memberikan pernyataan pada TextBox  1222 & 777 = menempatkan InputBox di koordinat yang diinginkan

Function InStr

Rumus:

InStr([Start], [String1], [String2], [Compare As VbCompareMethod = vbBinaryCompare])

Fungsi InStr berguna untuk mengetahui string pada sebuah variabel berada pada posisi ke-X. Sebagai contoh. Saya membuat 1 CommandButton (cmdInStr), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdInStr :

Private Sub cmdInStr_Click()

MsgBox InStr(“Imam Ciptarjo”, “Ciptarjo”), vbOKOnly, “InStr”

MsgBox InStr(“Imam Ciptarjo”, “a”), vbOKOnly, “InStr”

MsgBox InStr(5, “Imam Ciptarjo”, “a”), vbOKOnly, “InStr” End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda menekan tombol cmdInStr, maka muncul MessageBox :

Penjelasan :
MessageBox 1 = MsgBox InStr(“Imam Ciptarjo”, “Ciptarjo”), vbOKOnly, “InStr”

Menghasilkan nilai=6 karena Ciptarjo pada Imam Ciptarjo, terdapat pada posisi ke 6.

MessageBox 2 = MsgBox InStr(“Imam Ciptarjo”, “a”), vbOKOnly, “InStr” Menghasilkan nilai=3 karena a pada Imam Ciptarjo, terdapat pada posisi ke 3.

MessageBox 3 = MsgBox InStr(5, “Imam Ciptarjo”, “a”), vbOKOnly, “InStr” Menghasilkan nilai=10 karena a pada Imam Ciptarjo, terdapat pada posisi ke 10, tetapi dimulai dari posisi 5. Jadi a pada posisi 3 diabaikan.

Function Int

Rumus: Int(Number)

Fungsi Int berguna untuk mengetahui isi dari objek atau variabel ini number atau bukan number. Sebagai contoh. Saya membuat 1 CommandButton (cmdInt), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdInt : Private Sub cmdInt_Click()

If Int(999) Then

MsgBox “Number”, vbOKOnly, “Int”

ElseProgram Pascal (Angsuran Uang Kuliah). Read more … »

MsgBox “Bukan Number”, vbOKOnly, “Int”

End If

End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda menekan tombol cmdInt, maka muncul MessageBox :

Function IsArray

Rumus:

IsArray(VarName) As Boolean

Fungsi IsArray berguna untuk mengetahui isi dari objek atau variabel Array atau bukan Array. Sebagai contoh. Saya membuat 1 CommandButton (cmdIsArray), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdIsArray:

Private Sub cmdIsArray_Click()

Dim x As Variant Dim y As Variant

x = Array(“NRP”, “Nama”, “Kelas”) y = “imam cakep”

If IsArray(x) = True Then

MsgBox “Array”, vbOKOnly, “IsArray”

Else

MsgBox “Bukan Array”, vbOKOnly, “IsArray” End If

End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda menekan tombol cmdIsArray, maka muncul MessageBox :

Penjelasan :

x = Array(“NRP”, “Nama”, “Kelas”)

Termasuk Array jadi, jika IsArray(x) = Array True

y = “imam cakep”

Tidak termasuk Array jadi, jika IsArray(y) = Array False

Function IsDate

Rumus:

IsDate(Expression) As Boolean

Fungsi IsDate berguna untuk mengetahui isi dari objek atau variabel berisi format Date (penanggalan) atau bukan Date. Sebagai contoh. Saya membuat 1 TextBox (txtIsDate) dan 1 CommandButton (cmdIsDate), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdIsDate:

Private Sub cmdIsDate_Click()

If IsDate(txtIsDate.Text) = True Then

MsgBox “Berisi Tanggal”, vbOKOnly, “IsDate”

Else

MsgBox “Tidak Berisi Tanggal”, vbOKOnly, “IsDate”

End If

End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda memasukkan format tanggal atau bukan format tanggal di txtIsDate lalu menekan tombol cmdIsDate, maka muncul MessageBox :

Function IsNumeric

Rumus:

IsNumeric(Expression) As Booleanm

Fungsi IsNumeric berguna untuk mengetahui isi dari objek atau variabel berisi angka (number) atau bukan angka. Sebagai contoh. Saya membuat 1 TextBox (txtIsNumeric) dan 1 CommandButton (cmdIsNumeric), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdIsNumeric:

Private Sub cmdIsNumeric_Click()

If IsNumeric(txtIsNumeric.Text) = True Then

MsgBox “Numeric Tao”, vbOKOnly, “IsNumeric”

Else

MsgBox “Bukan Numeric Tao”, vbOKOnly, “IsNumeric”

End If

End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda memasukkan angka atau bukan angka (ex:huruf) di txtIsNumeric lalu menekan tombol cmdIsNumeric, maka muncul MessageBox :

Penjelasan :
txtIsNumeric = 1234
Termasuk Angka atau Numerik, jadi jika txtIsNumeric = True
txtIsNumeric = abcd
Tidak termasuk Angka atau Numerik, jadi jika txtIsNumeric = False

Function CDate

Rumus:

CDate(Expression) As Date

Fungsi CDate berguna untuk mengkonversi atau merubah angka menjadi sebuah tanggal. Sebagai contoh. Saya membuat 1 CommandButton (cmdCDate), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdCDate:

Private Sub cmdCDate_Click()

MsgBox CDate(2), vbOKOnly, “CDate”

MsgBox CDate(366), vbOKOnly, “CDate” End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda menekan tombol cmdCDate, maka muncul MessageBox :

Jadi tanggal default atau tanggal awal adalah 31 Desember 1989 [CDate(1)].

Function Hex

Rumus: Hex(Number)

Fungsi Hex berguna untuk mengkonversi atau merubah angka desimal (basis 10) angka Hexadecimal atau Hex (basis 16). Sebagai contoh, 1 CommandButton (cmdHex), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdHex:

Private Sub cmdHex_Click()

MsgBox “1 Desimal = Hex ” & Hex(1), vbOKOnly, “Hex” MsgBox “9 Desimal = Hex ” & Hex(9), vbOKOnly, “Hex”

MsgBox “10 Desimal = Hex ” & Hex(10), vbOKOnly, “Hex”

MsgBox “15 Desimal = Hex ” & Hex(15), vbOKOnly, “Hex”

MsgBox “100 Desimal = Hex ” & Hex(100), vbOKOnly, “Hex”

MsgBox “9999 Desimal = Hex ” & Hex(9999), vbOKOnly, “Hex”

End Sub

Saat program dijalankan, lalu Anda menekan tombol cmdHex, maka muncul MessageBox :

Function Space

Rumus:

Space(Number As Long)

Fungsi Space berguna untuk memberikan jumlah spasi pada objek yang kita inginkan, kali ini saya memberikan contoh objek pada MessageBox. Sebagai contoh. Saya membuat 1 CommandButton (cmdSpace), seperti gambar di bawah :

Lalu memberi coding pada cmdSpace :

Private Sub cmdSpace_Click()

MsgBox Space(15) & “50 spasi”, vbOKOnly, “Space”

MsgBox Space(100) & “100 spasi”, vbOKOnly, “Space” End Sub

Pengelolaan Website dengan Dreamweaver 8

Dream-weverSeringkali kita merasa kesulitan untuk melakukan upload atau download website di hosting kita. Kalau jumlah filenya sedikit tidak masalah, kalau banyak tentu merepotkan juga. Apalagi bagi yang biasa membuat website dengan editor seperti Macromedia Dreamweaver, karena sebenarnya Dreamweaver sudah menyediakan fasilitas manajemen file web di hosting web kita dengan mudah.

Caranya bagaimana?

Langkah-langkah berikut ini bisa digunakan bagi yang sudah membuat website di komputer atau belum sama sekali dan ingin membuat website baru.

Pertama, silakan buka Macromedia Dreamweaver 8, sehingga akan ditampilkan tampilan IDE (Integrated Development Environment) sebagai berikut :

Dream-wever1

Kemudian silakan pilih menu Site -> New Site.

Dream-wever2

Maka akan ditampilkan seperti di bawah ini:

Dream-wever3

Silakan isikan nama website dan alamat website anda. Kemudian klik tombol Next.

Dream-wever4

Pada tampilan selanjutnya, silakan pilih “No, I do not want …” dan kemudian klik tombol Next.

Dream-wever5

Selanjutnya, pilih “Edit local copies …”, dan klik tombol bergambar folder untuk menentukan dimana file-file website anda disimpan. Setelah itu tekan tombol Next.

Langkah selanjutnya adalah, anda diminta menentukan koneksi apa yang digunakan untuk berhubungan dengan server hosting anda. Silakan pilih FTP (yang paling umum digunakan, dan khususnya ini yang tersedia di Rumahweb).

Dream-wever7

Selanjutnya silakan isikan data-datanya berturut-turut yaitu: hostname (nama domain anda), folder website (isikan public_html saja), username dan password adalah username dan password dari control panel anda. Kemudian tekan tombol Test Connection.

Dream-wever8

Dream-wever9

Setelah keluar pesan tersebut diatas, maka anda sudah berhasil terhubung ke web hosting anda. Silakan mulai bekerja mengelola website anda melalui Dreamweaver 8.

Apabila ternyata pesan tidak sukses yang muncul, kemungkinan ada 2, yaitu:

  • Anda harus merubah mode koneksi FTP nya, dari Aktive ke Passive atau sebaliknya dari Passive ke Active.
  • ISP anda memblok koneksi ke port yang digunakan untuk FTP, yaitu port 21. Solusinya silakan hubungi ISP anda atau teknisi jaringan lokal di tempat anda menggunakan internet.

Untuk merubah mode koneksi dari Active ke Passive atau sebaliknya adalah sebagai berikut:

D1

Pada opsi konfigurasi FTP tadi, silakan klik tab Advanced. Kemudian hilangkan atau beri tanda pada “use Passive FTP”, kemudian klik tab Basic, dan coba test connection.

D2

Apabila menggunakan Passive atau Active tetap menghasilkan error, berarti silakan hubungi ISP anda atau teknis jaringan Internet di tempat anda.

Untuk mengupload file anda bisa lakukan dengan memanfaatkan file browser yang ada di Dreamweaver. Klik file yang akan diupload, kemudian tekan tombol panah atas warna biru.

D3

Untuk mengupload semua file website klik pada roo directory paling atas dan kemudian tekan tombol panah atas warna biru.

D4

Mengenal beberapa menu pada Dreamweaver CS4

 Dalam kesempatan ini akan diperkenalkan beberapa fungsi menu yang ada di Dreamweaver CS4.Adapun beberapa menu yang terdapat dalam Dreamweaver CS4 dapat dilihat dalam Gambar 1 berikut ini :
Gambar 1. Tampilan menu di Dreamweaver CS4.

Di dalam tab common seperti Gambar 1 diatas diperlihatkan beberapa menu diantaranya :
COMMON :

  • Hyperlink adalah sebuah acuan dapat berupa gambar atau teks dalam dokumen hyperteks ke dokumen lain. Dalam dreamweaver CS4 hyperlink ini digunakan untuk membuat link pada gambar atau tulisan yang dikehendaki.
Gambar 2. Tampilan menu hyperlink
  • Email Link adalah tautan untuk alamat email. Pada dasarnya sama dengan hyperlink namun pada email link yang ditautkan adalah khusus alamat email.
Gambar 3. Tampilan menu email link
  • Named Anchor digunakan untuk
Gambar 4. Tampilan menu named anchor
  • Horizontal Rule digunakan untuk memberikan garis horizontal.
Gambar 5. Tampilan menu horizontal rule
  • Table digunakan untuk membuat tabel.
Gambar 6. Tampilan menu table
  • Insert Div Tag digunakan untuk membuat tag.
Gambar 7. Tampilan menu insert div tag
  • Images digunakan untuk menempatkan gambar.
Gambar 8. Tampilan menu images
  • Media : applet digunakan untuk
Gambar 9. Tampilan menu media : applet
  • Date digunakan untuk
Gambar 10. Tampilan menu date
  • Server-Side Include digunakan untuk
Gambar 11. Tampilan menu server-side include
  • Comment digunakan untuk
Gambar 12. Tampilan menu comment
  • Head digunakan untuk
Gambar 13. Tampilan menu head
  • Script digunakan untuk
  • Templates digunakan untuk